Januari 11, 2012

Manfaat Berciuman Untuk Kesehatan Gigi

Berciuman bisa menularkan penyakit, namun ada pula manfaatnya. Banyak penelitian membuktikan bahwa berciuman memiliki efek yang baik pada kesehatan. Tidak hanya menghilangkan stres dan membakar kalori, ciuman juga dipercaya dapat mencegah kerusakan gigi, termasuk gigi berlubang.

Apakah ini benar? Meskipun menyikat gigi secara teratur adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan gigi, beberapa studi juga menemukan bahwa berciuman sebenarnya baik untuk kesehatan, khususnya kesehatan gigi, seperti dilansir cosmeticdentistryguide.

Kuncinya ditemukan di air liur. Air liur adalah pelindung alami. Ketika sekresi dan kontak dengan gigi, air liur akan menetralisir asam yang akan terbentuk dari partikel makanan di mulut dan di antara gigi. Asam ini berpotensi membahayakan (enamel) email gigi. Air liur juga mengandung senyawa yang membunuh bakteri di mulut. Bakteri yang tertinggal di gigi akan merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu, air liur juga kaya akan kalsium dan fosfat. Kalsium adalah bahan utama pembentuk gigi. Kombinasi kalsium dan fosfat dalam air liur akan membangun kembali celah kecil di mana enamel gigi mungkin telah memudar.

Untuk menjaga produksi dan sirkulasi air liur tetap konstan, Anda perlu menjaga mulut tetap aktif. Berbicara dan makan adalah salah satu cara untuk melakukannya. Jika Anda sering berbicara dan makan, Anda mungkin tidak memiliki napas buruk, asalkan mulut tetap sehat.

Cara lain untuk menghilangkan sejumlah besar air liur adalah dengan berciuman. Ketika Anda berciuman, gerakan lidah akan menyebabkan sekresi air liur hingga satu sendok teh untuk ciuman setiap menitnya.

Air liur akan bekerja untuk menjaga gigi dalam kondisi baik, mencegah gigi berlubang dan kerusakan gigi. Tapi ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu dua pasangan yang berciuman harus menjaga kebersihan mulut yang baik. Karena selama mencium, pasangan bertukar air liur. Jika seseorang memiliki bakteri dalam mulut, maka mereka akan bertukar ke pasangan mereka.

Sikat Gigi Justin Bieber

 

JB Sonic Toothbrush

 
Sebuah perusahaan sikat gigi bernama Brush Buddies baru saja memperkenalkan rangkaian produk kesehatan gigi Justin Bieber di Amerika Serikat. Salah satunya adalah sikat gigi musikal Justin Bieber bertenaga batere. Patut dimiliki oleh semua fans Justin.

Dokter gigi menganjurkan untuk menyikat gigi minimal dengan durasi waktu 2 sampai 3 menit. Brush Buddies mencoba untuk membawa anjuran ini kepada para anak-anak dan remaja dengan membuat sikat gigi yang dapat memainkan lagu-lagu Justin Bieber dalam durasi waktu 2 menit. Dengan begitu mereka akan lebih senang untuk menyikat gigi, dan dapat menyesuaikan lama penyikatan gigi mereka dengan durasi lagu yang dimainkan.

Didesain untuk membuat acara menyikat gigi lebih menyenangkan, sikat ini dilengkapi dengan dua tombol, yang masing-masing akan memainkan 2 lagu Justin Bieber yang berbeda. Ada yang diisi dengan lagu Baby dan U Smile, ada juga yang diisi dengan Somebody to Love dan Love Me. Masing-masing lagu telah disesuaikan durasinya menjadi 2 menit sesuai dengan durasi penyikatan gigi yang dianjurkan dokter gigi.

Rangkaian produk kesehatan gigi Justin Bieber ini meliputi berbagai pilihan sikat gigi anak, remaja, dan dewasa. Atau untuk paket keluarga tersedia pula Brush Buddies' all-in-one travel kit, sehingga mereka dapat membawa sikat gigi Bieber mereka untuk berpergian. Selain sikat gigi musikal, ada pula rangkaian Justin Bieber floss dan flosser.

Rencananya produk-produk ini baru akan tersedia di pasaran bulan Juli nanti.
 
Sumber:
http://gigisehatbadansehat.blogspot.com/
http://www.justinbiebertoothbrush.com/

Januari 10, 2012

Gigi Geraham Bungsu

Gigi Geraham Bungsu

Gigi geraham ketiga sering disebut juga gigi geraham bungsu. Erupsi atau tumbuh antara umur 17-21 tahun. Sering menimbulkan masalah karena biasanya tumbuh tidak sempurna dengan posisi yang tidak tepat atau impaksi.
Evolusi manusia menyebabkan berkurangnya ukuran rahang yang berhubungan dengan kondisi dan kebiasaan diet/makanan. Jadi ukuran rahang manusia sekarang cenderung makin kecil sehingga kasus gigi geraham bungsu yang impaksi sekarang cenderung meningkat.
Gigi geraham bungsu ini bisa saja tidak menimbulkan sakit saat atau sesudah erupsi sehingga kita sering tidak menyadari adanya gigi tersebut. Namun setelah timbul gejala-gejala seperti sakit kepala, telinga berdengung, sakit leher, rematik, kencing manis, gangguan jantung, gangguan pada kulit, badan cepat lelah atau gejala-gejala lain pada tubuh yang tidak bisa diobati maka gigi ini mulai dicurigai sebagai penyebab, sehingga penderita dirujuk ke dokter gigi. Tindakan ini memang tepat mengingat gigi bungsu bisa menimbulkan bermacam-macam masalah baik sistemik (seperti gejala-gejala tersebut di atas) maupun gejala lokal, seperti:
1. Pericoronitis.
Posisi gigi yang belum erupsi sempurna akan memudahkan makanan, debris dan bakteri terjebak di bawah gusi yang di bawahnya terdapat gigi bungsu sehingga menyebabkan infeksi pada gusi yang disebut pericoronitis. Jika tidak segera ditangani infeksi tersebut akan menyebar ke tenggorokan atau leher.
pericoronitis
Pericoronitis

2. Crowding gigi / gigi berjejal.
Gigi impaksi dapat mendorong gigi-gigi lain di depannya sehingga bergerak dan berubah posisi.
gigi crowding
Gigi crowding
3. Gigi berlubang
Posisi gigi impaksi sulit dijangkau sehingga sulit dibersihkan dan menjadi berlubang.
gigi berlubang

4. Merusak gigi depannya.
Tidak hanya gigi impaksinya saja yang berlubang tetapi gigi di depannya juga berlubang karena sulit dibersihkan.
6. Kista.
Gigi impaksi tumbuh dalam suatu selaput. Jika selaput tersebut menetap dalam tulang rahang, dapat terisi oleh cairan yang akhirnya membentuk kista yang dapat merusak tulang, gigi dan saraf.
gbr 7a
Kista
7. Tumor / Karsinoma.
gbr 8 tumor
Tumor

Pencabutan gigi geraham bungsu pada usia 12-18 tahun dikenal dengan pencabutan preventif dan ini sangat dianjurkan mengingat pada usia tersebut akar gigi masih pendek sehingga memudahkan operasi dan mempercepat waktu penyembuhan dan menghindari terkenanya saraf pada rahang
Setelah operasi gigi geraham bungsu pasien akan mengalami pembengkakan 3-4 hari
yang merupakan reaksi normal dari tubuh untuk penyembuhan. Pasien yang menjalani operasi gigi geraham bungsu cukup mendapat antibiotika, analgetik / penahan sakit dan obat anti inflamasi / anti radang. Setelah satu minggu benang jahitan dapat dibuka dan obat sudah dapat dihentikan.
Dengan demikian pencabutan gigi geraham bungsu merupakan tindakan yang bijaksana sebab mencegah komplikasi yang lebih buruk dan kekhawatiran akan efek operasi tidak akan terjadi sebab dilakukan pada usia yang tepat.

Perawatan Gigi Berlubang Tanpa Dibor dan Ditambal

Gigi dengan Tambalan

Selama bertahun-tahun perawatan gigi berlubang adalah dengan cara penambalan. Tidak sedikit orang yang menghindari karena takut dengan bor dokter gigi. Namun untuk dekade ke berikutnya, perawatan gigi berlubang akan beralih menjadi regenerasi gigi.

Para peneliti ternyata sedang dalam tahap menemukan suatu bahan kimia yang dapat menumbuhkan kembali email dan dentin atau tulang gigi yang tentu saja kekuatan dan ketahanan alaminya lebih baik jika dibandingkan denga bahan tambal yang ada sekarang seperti amalgam, keramik, dan lain sebagainya.

Yang dilakukan dengan teknik ini adalah sedini mungkin menangkap kerusakan gigi dan meremineralisasi atau mengembalikan mineral-mineral gigi yang telah hilang, begitu dikatakan Sally Marshall seorang profesor dari University of California di San Francisco.

Teknik dari Prof. Marshall ini, yang juga telah dipublikasikan di Journal of Structural Biology, merupakan suatu teknik yang memfokuskan terhadap penumbuhan kembali dentin pada gigi yang rusak atau berlubang dengan bantuan suatu larutan ion yang mengandung kalsium.

Dalam penelitiannya, dengan meletakan lapisan dari larutan ini pada sampel gigi yang digunakan, Marshall telah berhasil meremineralisasi beberapa bagian dari gigi. Sekarang tantangannya adalah membuat kristal untuk tumbuh kembali. Untuk dapat sembuh dengan baik, kristal harus terbentuk dari bawah. Namun Marshall masih belum yakin apakah hal ini sudah terjadi atau tidak. Dia percaya bahwa dalam beberapa tahun ke depan dia akan menemukan caranya untuk mengembalikan fungsionalitas dari dentin.

Sebenarnya proses remineralisasi ini juga bisa terjadi secara alami maupun dengan perawatan.
Secara alami gigi dapat mengalami remineralisasi dari mineral-mineral yang terdapat pada saliva atau air liur. Proses ini merupakan pertahanan alami gigi terhadap kerusakan, dan hanya dapat dicapai dengan menjaga oral hygiene atau kebersihan mulut.

Sedangkan dengan perawatan, remineralisasi gigi ini dapat dilakukan melalui perawatan topical fluor di dokter gigi ataupun dengan penggunaan pasta gigi berfluoride. Namun sampai sekarang, proses remineralisasi ini hanya bersifat pencegahan, pencegahan terhadap kerusakan gigi yang lebih lanjut. Belum ditemukan cara mengembalikan struktur gigi yang hilang sampai Prof. Marshall melakukan penelitiannya ini.

Ada juga suatu artikel yang mengatakan bahwa sedang dalam tahap pengembangan suatu prosedur menumbuhkan gigi baru dari sel plasenta. Sehigga kelak, kehilangan gigi tidak akan menjadi masalah lagi. Kita harapkan saja hal-hal ini bisa cepat terjadi

Januari 09, 2012

Tips cara Merawat Gigi

Cara Menggosok Gigi
Cara-cara Perawatan Gigi

Merawat gigi perlu dilakukan sedini mungkin. Langkah-langkah yang
dilakukan dalam merawat gigi adalah sebagai berikut:

  * Gosok gigi minimal 2 kali sehari.
  * Ganti sikat gigi 3-4 bulan sekali. Pilih sikat gigi yang bulunya lembut dengan kepala sikat yang dapat menjangkau semua bagian gigi.
  * Jangan lupa sikat lidah, yang merupakan tempat berkumpulnya bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut.
  * Gunakan pasta gigi yang mencantumkan ADA untuk memastikan kandungan
     fluoride cukup untuk mencegah lubang dan kerusakan gigi.
  * Gunakan obat kumur.
  * Benang gigi, pengunaan benang gigi sekali sehari dianjurkan untuk
     mengangkat plak yang tidak dapat disentuh sikat gigi dan obat kumur.
  * Permen karet tanpa gula, mengunyah permen karet tanpa gula dapat
     meningkatkan aliran air liur yang dapat membersihkan partikel makanan dan asam penyebab kerusakan gigi.
  * Hindari makanan yang banyak mengandung gula dan manis, seperti
     sirup, permen, dan cokelat.
  * Minum air setelah makan.
  * Biasakanlah untuk makan buah-buahan segar. Selain baik untuk
     kesehatan, seratnya dapat membantu menghilangkan kotoran yang ada di gigi.
  * Makanlah makanan yang seimbang dan kaya kalsium, seperti susu, keju,
     telur, teri, bayam, katuk, sawi, dan agar-agar.


      Konsultasi ke Dokter Gigi

Pada kenyataannya, perawatan gigi yang dilakukan secara personal
(menyikat gigi dll.) tidaklah cukup. Gigi juga memerlukan perawatan
secara profesional, terlebih pada gigi sensitif atau gigi yang telah
terlanjur mengalami kerusakan, misalnya, gigi berlubang.

  * *Periksa setiap 6 bulan sekali*
      Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi secara teratur setiap 6 bulan sekali. Konsultasi ke dokter gigi
      diperlukan untuk mendapatkan tahap-tahap perawatan gigi, terutama pada gigi yang bermasalah.
  * *Patuhi jadwal perawatan*
      Jika gigi bermasalah, jangan lupa untuk menanyakan kepada dokter
      akibat yang mungkin timbul dari tindakan yang dilakukan dokter gigi.
      Patuhi jadwal perawatan dan jangan ke dokter gigi hanya ketika merasa
      sakit gigi, Karena keterlambatan penanganan dapat menyebabkan
      penyakit yang lebih serius lagi.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan